Lukai Hati Rakyat Indonesia, Jokowi Datangkan Ribuan Buruh Asal China

Lukai Hati Rakyat Indonesia, Jokowi Datangkan Ribuan Buruh Asal China Bekerja di Banten & Papua

yang kemaren bacot2 soal 10juta pertukaran pelajar gkpp.. nih kejadian juga…dan ini bukan pelajar melainkan ..”“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.”

baca aja selengkapnya :

Saat kampanye Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 yang lalu, pasangan Capres-Cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berjanji bakal menciptakan 10 juta lapangan baru jika terpilih menjadi orang nomor satu di Indonesia pada Pilpres tanggal 9 Juli 2014 lalu.

Menurut Jokowi, langkah itu diambil guna menekan angka pengangguran di Tanah Air. “Menurunkan tingkat pengangguran 10 juta lapangan kerja baru selama lima tahun,” kata Jokowi di Bandung, Jawa Barat (Jabar) pada Kamis (3/7/14).

Sejarah kemudian mencatat jika Jokowi-JK terpilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Indonesia. Dan ternyata, janji 10 juta lapangan kerja itu pun sepertinya akan dipenuhi. Namun anehnya, 10 juta lapangan kerja yang dimaksud ternyata diperuntukkan bagi warga China (RRC) yang akan berkerja di Indonesia dalam banyak proyek besar infrastruktur yang diteken oleh Jokowi dengan Pemerintah Komunis China (PKC).

Menurut kesaksian seorang karyawan yang masih bekerja di Bayah, Provinsi Banten, sudah beberapa bulan ini tengah dikerjakan suatu proyek infrastruktur besar dimana para pekerjanya didatangkan langsung dari China.

“Para pekerjanya orang-orang China. Tapi heran saya, orang-orang itu sepertinya tidak berpendidikan, jorok-jorok. Maaf, buang air besar saja sembarangan. Tidak bisa berbahasa Indonesia, tidak bisa baca tulis. Sepertinya, mereka ini dari golongan masyarakat paling bawah di RRC sana dan dikirim ke sini,” ujarnya sepeti dilansir Eramuslim.

Ketika ditanya apakah para pekerja kasar itu akan dikembalikan ke China setelah proyek ini berakhir, seorang narasumber Eramuslim yang dekat dengan petinggi proyek itu menggelengkan kepala.

“Belum tahu, tapi sepertinya tidak. RRC itu surplus penduduk, dan sepertinya mereka sengaja mengekspor orang-orangnya yang tidak berpendidikan ke Indonesia untuk nanti bisa tinggal di sini. Saya sedih melihat kelakuan pejabat-pejabat kita yang sama sekali tidak punya rasa nasionalismenya sekarang ini,” ucapnya.Tak Hanya Banten, Papua Juga Diserbu Tenaga Kerja China

Ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China juga didatangkan untuk bekerja di Pabrik Semen Maruni, Distrik Manokwari Selatan. Jumlahnya sudah ratusan, tidak pakai visa tenaga kerja asing, semua visa wisata. Sementara yang dipulangkan karena paspornya bermasalah. Hal ini menjadi pemicu konflik di masyarakat lokal Papua, sebab sampai pekerjaan kasar seperti buruh bangunan juga asli dari China.

Itu baru di Banten dan Papua. Belum lagi di banyak daerah. Sebab itu jangan heran jika sekarang ini di mana-mana banyak berkeliaran orang-orang China. Rekayasa demografi sepertinya tengah terjadi di Indonesia yang akan menyingkirkan kaum pribuminya.

Hal ini tentu menyakiti rakyat Indonesia. Sayangnya, hal ini malah berjalan di bawah restu rezim Jokowi-JK sekarang ini. Akankah anak bangsa akan terus asyik menggosok batu akik saja tanpa memikirkan anak cucu kita kelak? [GA]

kepolisian indonesia / POLRI lebih banyak ulah daripada manfaatnya, setuju gak gan?

pertanyaan saya sama kayak judul trit gan, bener gak POLRI itu lebih banyak ulahnya ketimbang manfaatnya?

ini contohnya

1. tersinggung dijadiin topik pembicaraan / disindir sama dinasehatin

Quote:

A. Terhina Cover Tempo, Polisi Ambil Langkah Hukum

http://nasional.tempo.co/read/news/2…-langkah-hukum

TEMPO Interaktif, Jakarta – Polisi merasa terasa terhina dengan Cover Majalah Tempo Edisi Rekening Gendut. Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Edward Aritonang mengatakan Polisi akan mengambil langkah hukum atas Tempo. “Cover itu sangat mencemarkan, menghina, merusak nilai-nilai kehormatan Polri,” kata Edward saat dihubungi Tempo, Selasa (29/6).

Menurut Edward, setelah beredarnya majalah Tempo terbaru itu, Mabes menerima telepon dari anggota kepolisian seluruh Indonesia. “Mereka mempertanyakan kenapa kita sepertinya bergelimang binatang,” kata dia.

Edward mempersilakan Tempo menganggap cover itu sebagai celengan babi maupun sebagai seni. Tapi bagi kepolisian, “Itu binatang. Kami akan melaporkan ke langkah hukum,” tegas dia. Mabes menyayangkan cover babi itu kartena seolah-olah mewakili anggota Polri. “Kami sudah korbankan nyawa, kasihan mereka disimbolkan seperti itu,” kata dia.

Langkah hukum ini, kata dia, akan dilakukan Kepala Bidang Pembinaan Hukum Mabes Polri. Selain mewakili laporan Mabes Polri, Kepala Bidang Hukum juga mewakili laporan anggota kepolisian.

Edward enggan menjelaskan pasal apa yang akan dituntut ke Tempo. “Itu silakan nanti penyidik yang melakukan,” ucapnya.

cover yang dipermasalahkan

komen : kalo bersih kenapa harus risih dijadiin cover majalah sama topik pembicaraan?

B. Bentak Bambang, Polisi Tersinggung Diajari soal Prosedur Penangkapan

http://nasional.kompas.com/read/2015…ur.Penangkapan

DEPOK, KOMPAS.com — Anak kedua dari Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Izzat Nabilla (20), membenarkan bahwa tim Bareskrim Polri sempat membentak dan mengancam akan menutup mulut Bambang dengan plakban. Hal itu disampaikan oleh ibu Izzat yang merupakan istri Bambang, Sari Indra Dewi.

Menurut Sari, bentakan dan ancaman dari polisi berawal saat Bambang terlihat seolah-olah “mengajari” polisi tentang prosedur penangkapan yang benar di hadapan anaknya. Hal itu terjadi di dalam mobil dalam perjalanan dari lokasi penangkapan, di Jalan Tugu Raya, Cimanggis, Depok, ke Mabes Polri.

“Jadi, Mas Bambang bilang ke Izzat, ‘Yuk Kak, kita mulai belajar soal kronologi penangkapan’. Mungkin itu yang membuat polisinya merasa tidak nyaman. Kemudian, ada yang bilang ‘Diam, ini mobil saya’ dan ada upaya untuk mencari plakban,” kata Sari, di kediamanmya, di Kampung Bojong Lio, Cilodong, Depok, Jawa Barat, Jumat (23/1/2015) malam.

Sari mengatakan, saat proses penangkapan, suami dan anaknya itu ditempatkan di dalam satu mobil. Posisi Izzat dipangku oleh Bambang. Ditempatkannya mereka di dalam satu mobil karena Izzat menolak dipisahkan dengan Bambang.

“Awalnya mau dipisahkan, Mas Bambang mau dipindah ke mobil polisi, Izzat tetap di mobil kami. Tetapi, Izzat enggak mau. Dia bilang ke polisi kalau dia enggak mau dipisah sama Abi (Bambang),” ucap Sari.

Bambang ditangkap oleh tim Bareskrim Polri pada Jumat pagi seusai mengantarkan anak bungsunya, Muhammad Yattaqi (10), ke sekolah, di Jalan Tugu Raya, Cimanggis, Depok. Bambang ditangkap oleh Bareskrim atas tuduhan menyuruh para saksi untuk memberikan keterangan palsu dalam sidang sengketa pilkada di Kotawaringin Barat pada 2010

komen : diajarin SOP penangkapan aja tersinggung?

C. Saat Jimly Diprotes Perwira Polisi Setelah Kritik Kinerja Polri

http://news.detik.com/berita/2849698…inerja-polri/1

Jimly Asshiddiqie mengkritik kinerja kepolisian yang dinilainya masih sarat akan praktek politisasi dan belum banyak berubah sejak era reformasi. Ia pun menyinggung kisruh KPK dan Polri yang saat ini terjadi dan dinilai sebagai upaya pelemahan KPK dari sisi Polri.

“Ini perkembangan sejarah paling buruk antara hukum dengan politik. Hukum jadi pemuas nafsu kekuasaan. Soal penegakkan hukum saat ini orang mudah sekali menggunakan hukum untuk cari orang salah,” ucap Jimly dalam ‘Seminar Peradaban Polisi dan Politik’ di Gedung Gading Marina Function Hall, Jl Boulevard Barat, Kelapa Gading, Jakut, Rabu (4/3/2015).

Di Indonesia, upaya hukum disebut Jimly dijadikan ajang potensi untuk melakukan kriminalisasi terhadap profesi. Itu pun terjadi dalam tubuh kepolisian.

“Cari orang salah itu gampang sekali, yang susah cari orang jahat. Ini yang terjadi dengan Bambang Widjojanto, Abraham Samad. Pimpinan KPK lainnya Pak Zulkarnaen, ini kalau dicari salahnya saat remaja pasti ada lah ditemukan 2 yang bisa dijadikan alat bukti, lalu dijadikan tersangka,” kata Jimly.

Meski banyak di antara peserta seminar yang setuju dengan apa yang disampaikan Jimly, mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu pun mendapat protes keras dari perwira menengah polisi. Puluhan anggota Polri, termasuk mahasiswa PTIK, memang turut hadir dalam acara yang diselenggarakan oleh Institut Peradaban, Tahir Foundation, dan Pusat Studi Kelirumologi ini.

“Saya bukan pembela BG maupun KPK. Tapi seharusnya tidak boleh ada lembaga yang dipersonalisasi, lembaga apapun. Seharusnya Pak Jimly juga melihat bagaimana yang terjadi di KPK juga,” ucap Kombes Pol Maruli Simanjuntak yang memprotes Jimly.

Anggota Polri yang bergelar doktor ini pun lantas memberi contoh bagaimana negara kurang memperhatikan kesejahteraan anggota polisi dan sedikitnya biaya operasional yang didapat Polri dalam mengusut kasus. Maruli juga membandingkan dalam menangani kasus ada ketidakadilan fasilitas yang didapat antara KPK dengan Polri.

“Saya puluhan tahun jadi penyidik. Tiap kasus hanya dikasih Rp 14 juta, padahal kita membela rakyat. Kalau KPK bisa Rp 250 juta per kasus, kalau kurang gesek lagi. Ada yang gajinya cuma Rp 1,7 juta di bawah KHL,” tutur Maruli.

Kurangnya kesejahteraan yang didapat anggota Polri disebut Maruli menjadi salah satu sebab politisasi atau budaya sogok menyogok dalam operasional kepolisian kerap terjadi dan sudah menjadi rahasia umum. Maka wajar, kata Maruli, ada istilah ‘selawe njaluk selamet’ (cuma 25 minta selamet) atau yang bisa diartikan kelas ekonomi minta eksekutif.

“Dana patroli cuma bisa untuk 60 Km, negara mintanya 100 Km. Kalau ada begal di KM 61 ya maaf patrolinya cuma sampai 60 Km. Kalau jabatan dengan pendidikan seperti saya di Singapura, gajinya seratusan juta rupiah, dapat apartemen, mobil, bebas bayar listrik. Tapi saya nggak mau pindah, saya masih Merah Putih. Saya nggak suka kalau dapat uang dari korban, saya lebih suka dari negara,” keluh mantan Kapolres Tangerang itu.

Hal serupa diungkapkan Pamen Polri lainnya, Kombes Pol Chrysnanda. Ia kesal dengan ungkapan Jimly tentang tidak adanya perubahan Polri setelah reformasi. Negara yang justru lebih mengangkat mengenai kewenangan dan kekuasaan polisi dinilainya yang menjadikan polisi memiliki cap negatif.

“Kalau polisi nggak ada perubahan, harusnya Pak Farouk (Farouk Muhammad yang juga jadi pembicara) tersinggung. Polisi dinilai nggak profesional, di RPJM malah strukturnya dipreteli. Yang dipikirkan hanya kewenangan dan kekuasaannya. Harusnya orientasi kerja dan gaji, bukan pangkat dan tugas,” tegur Chrysnanda berapi-api.

“Sistem di polisi itu patrimonial. Siapa ndoronya ya manut. Kalau nanti benar jadi di bawah menteri, ya makin mengemis-ngemis polisi ke orang politik. Kalau tadi dibilang polisi yang jujur itu cuma polisi tidur sama Pak Hoegeng (mantan Kapolri), apa kita semua ini kampret semua?” cecar mantan Kadirlantas Polda Metro Jaya itu.

Chrysnanda lantas mengingatkan rekan-rekan kesatuannya untuk menjalani 3 fungsi. “Polisi harus bisa jadi penjaga kehidupan, pejuang kemanusiaan, dan pengayom peradaban,” tandasnya.

Tak cukup dari 2 perwira, Jimly juga mendapat teguran dari seorang mahasiswa PTIK yang mengaku ikut terpengaruh dengan kasus Komjen Budi Gunawan dengan KPK. “Kami polisi di lapangan turut merasakan secara emosional. Soal kasus Pak BG, Pak Jimly tidak seimbang, seharusnya Pak Jimly juga bilang KPK kriminalisasi pimpinan Polri. Sudah terbukti di praperadilan soal Pak BG,” tutur AKP Robby Heri Saputra.

Cukup terkesan dengan protes-protes perwira Polri, Jaya Suprana yang menjadi moderator dalam seminar pun ikut menanggapi. “Saya tadi bisik-bisik dengan Pak Jimly, kalau tadi berbicara soal kurangnya kesejahteraan, ternyata waktu jadi ketua MK Pak Jimly nggak digaji selama 2 tahun. Mungkin negara kalau bisa aparaturnya nggak digaji semua,” canda Jaya.

Menanggapi protes terhadap dirinya, Jimly berujar santai. Ia menganggap apa yang terjadi itu sebagai upaya dari proses dialog dan berharap budaya ini dilakukan secara berkala.

“Ini bagus, saling bertukar pikiran. Ini sebuah dialog, sehat. Banyak sekali intelektual-intelektual di kepolisian. Bisa jadi sudut pandang berbeda. Tapi kalau polisi bicara itu perspektifnya polisi, nggak ada salahnya polisi juga mau dengar perspektif dari luar. Mungkin pikiran saya tidak sama, tapi yang berpikir seperti saya banyak sekali. Tapi nggak apa-apa. Ini dialog harus dilihat secara positif,” pungkas Jimly.

Usai acara Jimly pun menyempatkan untuk mendatangi meja Maruli dan Krisnanda untuk berkenalan dan berbincang. Bahkan mereka berjabat tangan dan berfoto bersama.

komen : diprotes kinerja – tapi pembelaannya dengan alasan gaji kurang
nyambung nggak gan?

2. lebih banyak kasusnya/aibnya

Quote:Korban Pencurian “Dicuekin” Polisi Ramai di Medsos, Humas Polres Jakut Kaget

sumbernya dari kaskus aja yah

http://www.kaskus.co.id/post/557a9eb…e31bd3068b456e

Korban Pencurian “Dicuekin” Polisi Ramai di Medsos, Humas Polres Jakut Kaget

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemilik akun media sosial (medsos) Facebook, Diki Septerian, memposting sebuah peristiwa pencurian dengan kekerasan di kawasan Jalan Raya Cilincing, Jakarta Utara.

Diki menceritakan pengalamannya saat menjadi saksi mata yang melihat langsung pencuri bersenjata tajam yang sedang beraksi terhadap sebuah mobil jenis Mitsubishi L300 pick up hitam nopol L 9667 H, Rabu (10/6/2015) siang.

Dalam postingannya tersebut, Diki tak hanya menceritakan kronologi aksi pencurian yang dilakukan sekelompok orang bersenjata tajam.

Namun, Diki juga memposting tiga foto detik-detik terjadinya pencurian. Lengkap dengan ciri-ciri pelaku curas yang sedang beraksi.

“Coba lihat tangan kiri orang berbaju hitam, kemudian ekspresi orang-orang di balik kaca, dan juga pintu kanan mobil bak hitam itu. Maafkan bila gambar kurang jelas. Gambar saya ambil dari dalam mobil. Saya membeku. Antara cemas, bingung, dan tidak percaya dengan apa yang mata saya lihat. Ini yang terjadi di siang terik yang macet itu: Perampokan!” tulisnya dalam postingan di Facebook, Kamis (11/6/2015).

Dalam foto tersebut, aksi curas yang disampaikan Diki, dilakukan oleh tiga orang pemuda. Dua pemuda dari sisi kiri mobil, dan satu di kanan tepat di samping kursi kemudi. Gambar di foto tersebut juga sesuai dengan keterangan yang ditulis Diki dalam postingannya.

Tindak kriminal itu, dikatakan Diki, terjadi saat tengah hari, bertepatan dengan kondisi lalu lintas yang sedang macet. Sebelum mengeksekusi korbannya, ketiga pelaku sempat berdialog dengan penumpang dan sopir mobil tersebut.

Tak lama berselang, pemuda bersajam tersebut berupaya menjangkau penumpang hingga badannya sempat masuk separuh melalui jendela yang terbuka.

“Sepertinya ingin mengambil apa yang ada di dashboard. Driver (sopir) dan temannya melawan. Tancap gas. Pelaku hampir jatuh, tapi tetap menempel, mengejar. Ketika kami (Diki dan temannya) melewati mobil korban, korban terlihat mengucurkan darah. Luka,” kata Diki.

Para pelaku kabur. Diki sempat menghampiri pos pantau tak jauh dari lokasi. Ternyata, Diki justru bertemu dengan korban yang juga sedang melaporkan kronologi kejadian di pos pantau tersebut.

“Seorang korban mengaku, dua handphonenya dan uang Rp 200.000 miliknya dirampok,” tutur Diki.

Meski telah melaporkan kejadian yang dialaminya, korban tetap tidak direspons oleh polisi yang justru asyik bermain ponsel. Padahal, Diki juga sempat menunjukkan foto yang diambilnya saat kejadian tersebut berlangsung.

“Baik, Pak. Silahkan bapak lapor ke Polsek Marunda. Bapak bantu dengan gambar,” jawab Polisi yang berjaga. Polisi tersebut, disebut Diki, sempat menolak permintaan korban untuk menindaklanjuti laporannya dengan alasan sedang berjaga di pos pantau.

Padahal, menurut keterangan Diki, ada 2-3 polisi yang berjaga di pos pantau tersebut dan asyik bermain dengan ponsel miliknya. “Tidak bisa, saya jaga sini,” tulis Diki terkait penyataan polisi tersebut.

Menanggapi peristiwa tersebut, Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara, Komisaris Sungkono mengaku kaget. Bahkan Sungkono baru tahu saat diperlihatkan sejumlah awak media terkait postingan Diki di akun Facebook miliknya.

“Kejadian kapan ini? Kok begini dibiarin?” kata Sungkono sambil geleng-geleng kepala di Mapolres Jakut, Jumat (12/6/2015).

Saat diperlihatkan postingan Diki, Sungkono langsung memakai kacamatanya untuk membaca laporan warga terkait aksi curas dan tindakan kurang responsif polisi.

“Anggota (polisi) yang kayak gini nih harus dipertegas. Ada korban melapor malah diceukin. Bukannya diantar atau diarahkan. Enggak bisa dibiarkan begini. Kita akan dalami dulu dan koordinasi dengan Polsek terkait,” ujarnya.

Untuk diketahui, kasus serupa sempat ditindak aparat reskrim Polsek Cilincing, 20 Mei 2015 lalu. Saat itu, aparat menembak seorang tersangka curas, M Soleh (25) alias Oleng, warga Kali Baru, Cilincing.

Oleng diamankan bersama seorang rekannya M Nurullah (27) alias Vanes karena kerap melakukan aksi curas di Jalan Raya Cilincing.

Kepada polisi, tersangka mengaku telah beraksi selama tiga tahun dan kerap menggunakan senjata tajam sebagai alat untuk menakut-nakuti pengendara yang terjebak macet.

Tersangka juga tidak segan-segan melukai korbannya demi target merampas handphone dan barang berharga yang terlihat.

Menurut Oleng, aksi tersebut tidak hanya dilakukan kelompoknya saja. Namun, masih banyak kelompok lain yang juga melakukan aksi serupa.

“Banyak kok, bukan kita saja. Ada kelompok lain juga. Rata-rata, kita bisa dapat 2-3 unit handphone per hari. Tiap handphone dijual seharga Rp 500.000 hingga Rp 1 juta tergantung tipenya,” ujarnya saat itu.

dan reaksi warga terhadap hal tsb adalah

Quote:Lapor ke Polisi Berbelit-belit, Mereka Pilih Curhat di Media Sosial

http://megapolitan.kompas.com/read/2…i.Media.Sosial

JAKARTA, KOMPAS.com — Era informasi digital membuat warga di kota-kota besar kerap menuangkan curahan hati dan tulisan berupa jurnalisme warga ke akun media sosial (medsos) pribadi. Hal tersebut merupakan imbas berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum dalam menindaklanjuti laporan warga.

“Males juga kalau harus ke kantor polisi dulu. Langsung posting saja tulisan dan foto,” kata seorang warga Bekasi, Emil (27), Kamis (25/6/2015) malam.

Menurut wanita karier tersebut, tulisan jurnalisme warga tersebut lebih mudah diakses oleh masyarakat. Pasalnya, laporan apa pun dapat diunggah dan dibaca sesama pengguna perangkat telepon pintar yang memiliki jejaring sosial.

“Kan orang butuh informasi cepat. Tidak hanya berita, tetapi informasi. Kadang kan informasi tidak selalu dari berita, bisa juga dari update status, postingan, atau broadcast,” ujarnya.

Selain itu, warga juga lebih memilih untuk melapor melalui medsos karena tidak dikenakan biaya. Wahyu (27), warga Kampung Rambutan, menilai setiap kali melapor ke kantor polisi kerap berbelit-belit dan selalu berkaitan dengan rupiah.

Lihat saja kasus-kasus besar yang melibatkan orang kaya, pasti laporannya cepat ditindaklanjuti. Tapi, giliran laporan dari warga kecil, boro-boro ditindak, dilayani saja syukur. Kalaupun dilayani, itu pun lamban,” ujarnya.

Sementara itu, Deri (35), warga lainnya, mendukung aktivitas jurnalisme warga seperti yang dilakukan pemilik akun Facebook Diki Septerian beberapa waktu lalu. “Postingan-postingan seperti itu baru bisa bikin polisi bergerak. Soalnya, kalau cuma laporan lisan atau tulisan, sepertinya enggak ngaruh. Kalau postingan, apalagi kalau ada foto, banyak yang share, media massa pun pasti bakal meliput,” tuturnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian memaklumi jika hal tersebut memang mulai marak dilakukan masyarakat. Menurut dia, hal tersebut akan dijadikan tantangan bagi dirinya untuk memperbaiki dan mengevaluasi kinerja anak buahnya.

“Ya, itu tantangan untuk diperbaiki. Kita terus lakukan evaluasi. Di sisi lain, hal itu dilakukan ada kaitannya dengan mindset tingkat bawah, khususnya keinginan masyarakat yang meminta kinerja maksimal anggota kepolisian,” kata Tito di Pelabuhan Muara Baru, Jakut, Kamis malam.

Terkait aksi curas, khususnya di wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Tito mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Polres dan Polsek terkait mengingat kawasan tersebut daerah rawan kejahatan.

“Kita terus koordinasi dengan Kapolres dan Kapolsek, khususnya Kapolres Jakut dan Bekasi Kota, karena daerah itu memang rawan dan kendaraan kerap berhenti karena macet di sepanjang jalan,” ucap Tito.

kaget atau pura pura pak?

berita lainnya
http://megapolitan.kompas.com/read/2…paign=related&

salah satu pembelaan polisi

http://megapolitan.kompas.com/read/2…paign=related&

jadi menurut agan agan, kepolisian / POLRI lebih banyak manfaatnya atau ulahnya?

kalo saya sih lebih banyak ulahnya

contoh yang paling nyata pas kejadian begal didepok (pasti warga depok pada tau)
saya tinggal di depok tengah, dulu banyak warga yang protes ke polisi langsung kenapa nggak aktif 24/7 dari dulu, baru aktifnya pas mulai marak isu begal, eh polisinya membela dengan alasan “jam kerjanya kan hanya beberapa jam”. akhirnya disindir warga “ya udah, kalo gitu kita aktifin aja hukum rimba yah pak, soalnya takut mengganggu jam kerja bapak yang cuman 9-10 jam”. hasilnya adalah polisi sekarang aktif 24/7 tapi sambil NGOMEL NGOMEL (nggak tau kalo sekarang masih aktif / nggak yah, soalnya saya lagi dinas di luar kota, pulang ke depok pun cuman buat ambil baju aja)

BPJS oohh kejamnya

Ane jujur salah satu pendukung pemerintah Jokowi.. Tapi sekarang ini ane kecewa berat tentang kebijakan pemerintah yg bikin peraturan sse enaknya sendiri tanpa memikirkan dampak buat rakyat banyak. Salah satunya mengenai JHT atau yg kita kenal dulu jamsostek. Tanpa sosialisasi terlebih dahulu bikin peraturan yg makin menyengsarakan pekerja.. Jamsostek dahulu bisa di ambil setelah masa kepesertaan 5 tahun nah sekarang baru bisa di ambil setelah masa kepesertaannya 10 tahun. Itupun hanya bisa diambil 10 %. Itu uang kami pak presiden hasil keringat kami kenapa hak kami.. Kalo uang itu dari negara boleh bikin peraturan sesuka pemerintah…

Kisah empat orang lolos dari maut karena batal naik Hercules



Di tengah tragedi jatuhnya pesawat hercules, terdapat empat orang keluarga yang lolos dari musibah karena batal menumpang pesawat nahas iitu. Mereka adalah anggota keluarga Pendeta Sahat Sinaga. Keempanya batal terbang karena dilarang dengan alasan kondisinya tidak sehat.

Oloan Sinaga, adik dari korban tewas Pendeta Sahat Sinaga mengaku, ada sembilan orang keluarganya yang akan naik pesawat nahas tersebut. Diantaranya, Pdt Sahat Sinaga (50),  Pdt Purba (50), Irene Sinaga (17), Like Simbolon (15), Agus Salim Sitio (24),  Elli Sinaga (40) Julio (11), Christoper (5) dan Alvino (1.5)

“Senin malam, adik saya Eli dan tiga anaknya dilarang suaminya naik herkules karena badannya panas. Tidak baik untuk anak-anak. Mereka akhirnya naik pesawat lain dari Kuala Namu dan lolos dari kecelakaan,” kata Oloan Sinaga di Jalan Perwira, Pematangsiantar.

Kisah empat orang lolos dari maut karena batal naik Hercules

Pdt Sahat Sinaga/dok

Sementara itu Sahat dan lainnya tetap naik Herkules. Kelima korban berangkat dari Medan menuju Natuna. Sedang Elli dan tiga anaknya terbang menuju  Batam sehingga lolos dari musibah.

Agus Salim Sitio salah seorang korban tewas pesawat Hercules yang terjatuh di Medan, ternyata memiliki saudara kembar. Saudara kembar korban Agus Salam Sitio tinggal di Pangkalan Kerinci Riau.

“Dia itu anakku paling bungsu dari 4 bersaudara. Kembarannya si Agus Salim,” ujar Maringan Sitio, ayah Agus Salim.


Sejak setahun belakangan Agus Salim bekerja di Pekan Baru Riau. Korban diajak Pendeta Sahat Sinaga ikut ke Natuna dan dijanjikan akan bekerja disana.

“Diajak pamanya ke Natuna. Jadi dia datang ke Medan dan ketemu disana tadi,” ujar Sitio.

Sementara itu, hingga Selasa malam petugas gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 90 jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan. Dari jumlah itu, sebanyak 23  korban telah berhasil diidentifikasi.

“Sampai pukul 22.43 WIB, 90 korban yang sudah dibawa ke sini (RS). 23 korban sudah (berhasil) dikenali (diidentifikasi),” kata Kompol A Tarigan.

Tarigan menambahkan hingga kini petugas masih terus berupaya mengevakuasi korban dari TKP dan kemudian diidentifikasi. Jenazah yang telah berhasil diidentifikasi segera dibawa keluarga dengan peti jenazah yang telah disiapkan.

“Sudah satu dibawa keluarga, atas nama Pelda Tek Agus P,” ujar dia.


Share this:




Help!!! Google Adsense

Tolong dibantu
tolong bantu saya, saya udh mendapatkan lebih $50 usd, tapi saya diminta untuk verifikasi akun saya, saya udh minta dikirim yg kedua kalinya pin tsb, tapi sampai saat ini belum nyampe juga, saya udh jemput bola ke pos indonesia eh malah ditanyai KODE PENGIRIMANya, ada yg tau gx kode pengiriman google adsense, apakah KODE PEMBAYARAN itu kode pengiriman atau bukan.. Waktu pengiriman prtama sya mencantumkan nama saya di pengaturan adsense, dan pngiriman yg kedua sya mncantumkan nama ibu saya Tapi Dialamat yg sama.. Dan yg ini mau meminta pngiriman yg ke3 dan yg terakhir sya akan cantumkan nama saya dgn alamat yg sama, kenapa saya mncantumkan nama ibu saya karena nama ibu saya sdh terkenal di kampung manapun sdangkan sya tidak,, apakah klw pengiriman kode tsb tdk samppai jga krumah, sya masih bsa mnikmati us dri amerika apa tidak???
Thanks

Helikopter Sipil Malaysia Mendarat Tanpa Izin di Helipad Milik TNI AD

Assalamualaikum,

Udah ada yang buka puasa blum nih,, TS blum nih ya paling JAm 18.01 nanti

oh ia ini ane mau ngasih info baru dapet tadi juga sih,, kan sesuai judul,,
kog bisaya Helikopter Tetangga bisa mendarat tempat kita,, yuk baca dulu artikel nya,,

pertama-tama kita cek repost dlu
Quote:

langsung aja ya

Quote:Helikopter milik penerbangan sipil Malaysia, jenis Bell 9M-YMH, Minggu (28/6/2015) nekat mendarat tanpa izin di heliped milik TNI Angkatan Darat .

Heliped milik TNI AD itu berada di Pos Kotis Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan RI-Malaysia, Desa Aji Kunjing, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara. Desa Aji Kuning, Kecamatan Sebatik Tengah berbatasan darat secara langsung dengan Malaysia di Pulau Sebatik.

Komandan Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 521/ Dadaha Yudha, Letkol (Inf) Slamet Gunarso, memastikan, helikopter tersebut mendarat tanpa konfirmasi terlebih dahulu.
“Karena itu helinya tiba-tiba turun, kemudian terbang lagi. Itu tanpa konfirmasi,” ujarnya, Senin (29/6/2015) kepada wartawan.

Dia belum bisa memastikan, siapa yang berada di dalam helikopter dimaksud? Namun dipastikan helikopter tersebut milik Malaysia.

“Kita tidak tahu siapa, darimana? Yang jelas heli turun kemudian terbang lagi ke arah Malaysia.

Kita tidak tahu awalnya darimana dia datang, begitu terbang, mengudara arahnya ke Malaysia, mungkin dari Sabah. Isinya siapa, kita tidak tahu,” ujarnya.

Dari laporan yang diterimanya, ada tiga orang yang berada di dalam helikpoter. Menindaklanjuti pelanggaran dimaksud, Slamet kemarin langsung melaporkan ke komando atas.

“Kita laporkan saja. Itu kan heli sipil. Apa perintah dari pimpinan? Itu kita laksanakan sehingga penyelesaiannya jelas,” ujarnya.

Informasi yang diterima TRIBUNKALTIM.CO, helikopter dimaksud mendarat sekitar pukul 08.40 setelah berputar-putar tiga kali di wilayah Kecamatan Sebatik Tengah.
Helikopter yang mendarat di instalasi militer TNI Angkatan Darat itu, menjadi perhatian sejumlah warga setempat. Mereka mengabadikan helikopter tersebut saat mendarat.

Namun tak sampai lima menit mendarat, helikopter dimaksud langsung terbang kembali setelah didekati prajurit TNI AD. Tidak ada seorangpun yang sempat keluar dari helikopter.

Nah ini dia penampakannya
Quote:

Nah pertanyaan nya kok bisa tuh pesawat mendarat tanpa izin di tempat kita,,
kalau menurut agan-agan mau ngapain nih helikopter?

jangan lupaya di








Cendol nya jangan lupaya ya..

Sekian info dari ane wasalamualaikum,

SUMBER

4 Transfer Unik dan Aneh di Manchester United

Minggu, 28 Juni 2015: 19.00 WIB
Getty Images
Manchester United
Tak hanya pertandingan, bursa transfer pun kerap menghadirkan drama dan kejutan. Selalu ada kisah menarik di balik perpindahan seorang pemain dari satu klub ke klub lain.
Manchester United juga punya kisah-kisah menarik di balik transfer seorang pemain. Berikut ini adalah empat transfer unik di Setan Merah.
1. Hugh McLenahan
Pada 1928, Louis Rocca (asisten manajer United) menghadiahi Hugh McLenahan satu lemari pendingin yang dipenuhi es krim. McLenahan adalah seorang pemain muda berbakat berusia 18 tahun dan juga pedagang es krim yang tengah mengalami masalah finansial.
McLenahan akhirnya bergabung dengan Red Devils. Dalam 10 musim, ia mencatatkan 116 penampilan dan 12 gol.
2. Tommy Taylor
Tommy Taylor dibanderol 30.000 pound saat mendarat di Old Trafford pada 1953. Pelatih United saat itu, Sir Matt Busby, khawatir sang pemain merasa terbebani dengan nilai transfer yang begitu tinggi.
Busby punya solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Nilai transfer Taylor dikurangi menjadi 29.999 pound, sedangkan sisa 1 pound diberikan kepada seorang petugas kebersihan di kantor pusat Setan Merah.
3. Stan Crowther
United melakukan pembelian darurat pasca-Tragedi Pesawat Muenchen 1958. Satu jam sebelum pertandingan putaran kelima Piala FA melawan Shefield Wednesday, mereka menyelesaikan proses transfer Stan Crowther. Transfer tersebut rampung ketika si pemain sedang bertanding membela Aston Villa.
Federasi Sepak Bola Inggris mengizinkan Crowther untuk bermain membela dua tim dalam satu hari. Alhasil, beberapa menit setelah menyelesaikan pertandingan bersama Villa, Crowther bergegas ke Old Trafford untuk bermain bersama Man. United.
4. Lou Macari
Pada Januari 1973, Lou Macary bertemu dengan pelatih Liverpool, Bill Shanky, guna membicarakan kemungkinan transfer. Macari secara lisan menyatakan setuju untuk bergabung dengan Reds.
Hanya beberapa jam kemudian, Macari berubah pikiran. Ia tiba-tiba memutuskan untuk merumput di Teater Impian setelah dirayu oleh asisten manajer United, Paddy Crerand. Mereka bertemu secara tak sengaja di tribun Anfield ketika berlangsungnya laga Liverpool versus Burnley.

sumber: m.juara.net/read/features/fakta.unik/117234-4.transfer.unik.dan.aneh.di.manchester.united

————
Ga ada yang mengalahkan uniknya transfer nya Bebe

Minder? Malu? Ga Mau Sekolah? Gara2 Tas Sekolah Dianggap Jelek / Jadul?

Maaf, gambar ini sebenarnya gw dapat dari sosmed juga, tapi gw pikir walaupun cuma satu gambar, dibalik gambar ini tersembunyi makna yg sangat sangat berguna untuk dijadikan cermin bagi anak sekolah, terutama anak SD yg manja. Banyak anak2 sekolah yg merasa minder, malu sampai2 ga mau kesekolah gara2 tas yg mereka anggap jelek sudah jadul.

Tapi lihat anak ini, dia sama sekali ga punya tas sekolah, maka kardus dijadikan tas, dia tidak takut dibuli, tidak malu dan tetap kesekolah seperti biasa.

Ga tau berasal dari negara mana dia, sepertinya dia bukan anak Indonesia

Gw yakin, dia bakalan jadi orang sukses kelak.

Video inspiratif dan membuka pikiran.

Quote:Assalamualaikum wr wb gan/sist. Gimana nih puasa nya? masih sehat? lancar? Kuat? Harus tiga2 nya ya! Jangan diem-diem makan/minum, Allah swt ngeliat loh meskipun orang tua agan/sist nggak ngeliat
oh iya, gue mau ngeshare video yang menurut gue inspiratif, membuat pikiran terbuka dan inshaallah tidak repost dan tidak SARA. Open minded aja tapi ya misal repost atau SARA tidak masalah untuk dihapus.

1.

2.

3.

4.

5.

Quote:dan masih banyak lagi, lo bisa cari di Youtube, sisanya belum ada subtitle indonesia. Menurut gue dia itu legenda hidup buat menginspirasi orang haha, dan gue minta maaf kalo berantakan
gue nggak minta cendol, cuman minta doa aja semoga UAS gue dan temen2 gue lancar dan mendapat hasil yang memuaskan. Aamiin.

Heboh Bocah Jenius Keturunan Indonesia GEGERKAN AUSTRALIA


Usia 3 tahun, Jonah Soewandito sanggup membaca dan menulis huruf latin. Kini saat umur 11 tahun, ia sudah lulus SMA dengan nilai ujian nyaris sempurna

Dream - Jonah Soewandito, bocah 11 tahun kini menjadi perbincangan publik negeri Kanguru, Australia. Dia merupakan bocah jenius dengan umur yang terbilang masih belia.

Jonah sudah mengikuti ujian akhir SMA di usia 11 tahun. Hebatnya lagi, bocah yang tinggal di Sydney itu mendapat nilai di atas 90 untuk mata pelajaran Matematika dan Kimia.

Hasil ujian akhir SMA di negara bagian New South Wales yang biasa dikenal dengan nama HSC (High Schol Certificate) diumumkan minggu lalu. Berkat pencapaian itu Jonah masuk dalam daftar murid dengan prestasi tertinggi.

Secara umum, mereka yang mendapat angka di atas 90 dalam mata pelajaran yang diujikan di ujian akhir SMA, dimasukkan ke dalam golongan yang berprestasi.

Dalam laporan Sydney Morning Herald, Jonah adalah murid termuda yang ikut ujian SMA tahun ini. Dia juga menjadi salah satu murid termuda yang pernah mengikuti HSC di New South Wales.

Untuk murid seusia Jonah, 11 tahun, kebanyakan teman-temannya baru duduk di Tahun ke-6, namun Jonah sudah mengikuti pelajaran untuk murid tahun ke-12.

Dari namanya, Jonah Soewandito kemungkinan berasal dari Indonesia atau memiliki orangtua berdarah Indonesia.

Namun, pihak Sekolah Swasta Scots College enggan mengungkap identitas pelajarnya tersebut. “Yang kami tahu dia lahir di Australia,” kata salah seorang guru seperti dilansir Sydney Morning Herald, akhir pekan lalu.

Menurut si guru, sejak Jonah menjadi pemberitaan di Sydney menjelang ujian beberapa bulan lalu, orangtuanya masih belum mau memberikan wawancara kepada media.

Sejak kecil bakatnya Jonah memang telah terlihat. Usia 3 tahun, ia sanggup membaca dan menulis huruf latin. Tak perlu TK, dia langsung dapat mengikuti intisari pelajaran level SD hanya dalam waktu dua tahun.

Banyak guru di tempat Jonas sekolah mengaku, baru kali ini menemui murid sejenius Jonah.

Selepas lulus SMA, Jonah ingin segera lanjut kuliah bidang kedokteran. Sekolahnya telah menghubungi Universitas Sydney membicarakan kemungkinan bocah semuda itu lanjut studi strata satu.

“Saya ingin menemukan obat kanker, karena itu salah satu penyakit paling mematikan di dunia,” kata Jonah. (Ism)

Sumber : www.dream.co.id

(ask) share pengalaman mudik jkt-sby

Hai gan

Sory mod sebelumnya kalau salah kamar

Jadi ane mau tanya,adakah kaskuser yang pernah mudik dg rute jakarta-surabaya dengan menggunakan motor?
Ane berencana mau mudik pakai motor gan,berdua dg temen ane pakai motor sendiri2

Share disini buat agan yg punya pengalaman mudik dg motor
Trus apa aja yg perlu disiapin?
Rekomen lewat jalur utara apa selatan?
Berapa jam lama perjalanan jakarta-surabaya?

Ane pakai motor 150 cc CBU 4 tak gan

Makasih buat agan yg mau sharing

kisah rindu shohabat bilal bin rabah kepada Rasulullah

sambil menunggu waktu buka puasa marilah sejenak kita membaca sebuah kisah kerinduan shohabat bilal bin rabah kepada Rasulullah


Bilal menjadi muazin tetap selama Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam hidup. Selama itu pula, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam sangat menyukai suara yang saat disiksa dengan siksaan yang begitu berat di masa lalu, ia melantunkan kata, “Ahad…, Ahad… (Allah Maha Esa).”

Sesaat setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam mengembuskan napas terakhir, waktu shalat tiba. Bilal berdiri untuk mengumandangkan azan, sementara jasad Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam masih terbungkus kain kafan dan belum dikebumikan. Saat Bilal sampai pada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), tiba-tiba suaranya terhenti. Ia tidak sanggup mengangkat suaranya lagi. Kaum muslimin yang hadir di sana tak kuasa menahan tangis, maka meledaklah suara isak tangis yang membuat suasana semakin mengharu biru.

Sejak kepergian Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam, Bilal tak sanggup mengumandangkan azan. Setiap sampai kepada kalimat, “Asyhadu anna muhammadan rosuulullaahi” (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah), ia langsung menangis tersedu-sedu. Begitu pula kaum muslimin yang mendengarnya, larut dalam tangisan pilu.

Karena itu, Bilal memohon kepada Abu Bakar, yang menggantikan posisi Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam sebagai pemimpin, agar diperkenankan tidak mengumandangkan azan lagi, karena tidak sanggup melakukannya. Selain itu, Bilal juga meminta izin kepadanya untuk keluar dari kota Madinah dengan alasan berjihad di jalan Allah dan ikut berperang ke wilayah Syam.

Awalnya, ash-Shiddiq merasa ragu untuk mengabulkan permohonan Bilal sekaligus mengizinkannya keluar dari kota Madinah, namun Bilal mendesaknya seraya berkata, “Jika dulu engkau membeliku untuk kepentingan dirimu sendiri, maka engkau berhak menahanku, tapi jika engkau telah memerdekakanku karena Allah, maka biarkanlah aku bebas menuju kepada-Nya.”

Abu Bakar menjawab, “Demi Allah, aku benar-benar membelimu untuk Allah, dan aku memerdekakanmu juga karena Allah.”

Bilal menyahut, “Kalau begitu, aku tidak akan pernah mengumandangkan azan untuk siapa pun setelah Rasulullah Sholallahu ‘alaihi wasallam wafat.”

Abu Bakar menjawab, “Baiklah, aku mengabulkannya.” Bilal pergi meninggalkan Madinah bersama pasukan pertama yang dikirim oleh Abu Bakar. Ia tinggal di daerah Darayya yang terletak tidak jauh dari kota Damaskus.

Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya, “Ya Bilal, wa maa hadzal jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?”

Bilal pun bangun terperanjat, airmata rindunya seketika tak terbendung lagi. Segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Nabi.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi, pada sang kekasih. Penduduk Madinah yang mengetahui kedatangannya, segera keluar dari rumah untuk menyambutnya. Ketika masuk waktunya sholat, beberapa Sahabat meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan. Akan tetapi Bilal terus menolak permintaan itu.

Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunda Nabi, Hasan dan Husein. Kali ini mereka berdua yang meminta Bilal untuk mengumandangkan adzan, “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.”

Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi itu. “wahai cahaya mataku, wahai dua orang yang sangat dicintai Rasul, sesungguhnya wajib bagiku untuk memenuhi keinginan kalian. Sesungguhnya apabila semua penduduk bumi memintaku mengumandangkan adzan, aku tetap tak akan mau melalukannya. Akan tetapi, setiap permintaan kalian berdua, adalah keharusan bagiku untuk melaksanakannya.”

Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada era Nabi. Mulailah dia mengumandangkan adzan.

Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali.

Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat Bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Setelah itu ia jatuh pingsan bersama banyak orang yang lain karena kerinduan mereka akan sosok Rasulullah SAW.

Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi. Dan tidak pernah disaksikan hari yang lebih banyak laki-laki dan wanita menangis daripada hari itu

Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama Bilal sekaligus adzan terakhirnya semenjak Nabi wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.

Beberapa hari kemudian Bilal bin Rabah jatuh sakit. Saat menjelang kematiannya, istri Bilal menunggu di sampingnya dengan setia seraya berkata, “Oh, betapa sedihnya hati ini….”

Tapi, setiap istrinya berkata seperti itu, Bilal membuka matanya dan membalas, “Oh, betapa bahagianya hati ini…. ” Lalu, sambil mengembuskan napas terakhirnya, Bilal berkata lirih,
“Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih…
Muhammad dan sahabat-sahabatnya
Esok kita bersua dengan orang-orang terkasih…
Muhammad dan sahabat-sahabatnya”

demikian kisahnya ,semoga bs menambah kecintaan kita kepada Rasulullah .

kisah ini diambil dr ceramah Al Habib Ali Al jufri ,Madinah