Kisah empat orang lolos dari maut karena batal naik Hercules



Di tengah tragedi jatuhnya pesawat hercules, terdapat empat orang keluarga yang lolos dari musibah karena batal menumpang pesawat nahas iitu. Mereka adalah anggota keluarga Pendeta Sahat Sinaga. Keempanya batal terbang karena dilarang dengan alasan kondisinya tidak sehat.

Oloan Sinaga, adik dari korban tewas Pendeta Sahat Sinaga mengaku, ada sembilan orang keluarganya yang akan naik pesawat nahas tersebut. Diantaranya, Pdt Sahat Sinaga (50),  Pdt Purba (50), Irene Sinaga (17), Like Simbolon (15), Agus Salim Sitio (24),  Elli Sinaga (40) Julio (11), Christoper (5) dan Alvino (1.5)

“Senin malam, adik saya Eli dan tiga anaknya dilarang suaminya naik herkules karena badannya panas. Tidak baik untuk anak-anak. Mereka akhirnya naik pesawat lain dari Kuala Namu dan lolos dari kecelakaan,” kata Oloan Sinaga di Jalan Perwira, Pematangsiantar.

Kisah empat orang lolos dari maut karena batal naik Hercules

Pdt Sahat Sinaga/dok

Sementara itu Sahat dan lainnya tetap naik Herkules. Kelima korban berangkat dari Medan menuju Natuna. Sedang Elli dan tiga anaknya terbang menuju  Batam sehingga lolos dari musibah.

Agus Salim Sitio salah seorang korban tewas pesawat Hercules yang terjatuh di Medan, ternyata memiliki saudara kembar. Saudara kembar korban Agus Salam Sitio tinggal di Pangkalan Kerinci Riau.

“Dia itu anakku paling bungsu dari 4 bersaudara. Kembarannya si Agus Salim,” ujar Maringan Sitio, ayah Agus Salim.


Sejak setahun belakangan Agus Salim bekerja di Pekan Baru Riau. Korban diajak Pendeta Sahat Sinaga ikut ke Natuna dan dijanjikan akan bekerja disana.

“Diajak pamanya ke Natuna. Jadi dia datang ke Medan dan ketemu disana tadi,” ujar Sitio.

Sementara itu, hingga Selasa malam petugas gabungan berhasil mengevakuasi sebanyak 90 jenazah korban kecelakaan pesawat Hercules di Medan. Dari jumlah itu, sebanyak 23  korban telah berhasil diidentifikasi.

“Sampai pukul 22.43 WIB, 90 korban yang sudah dibawa ke sini (RS). 23 korban sudah (berhasil) dikenali (diidentifikasi),” kata Kompol A Tarigan.

Tarigan menambahkan hingga kini petugas masih terus berupaya mengevakuasi korban dari TKP dan kemudian diidentifikasi. Jenazah yang telah berhasil diidentifikasi segera dibawa keluarga dengan peti jenazah yang telah disiapkan.

“Sudah satu dibawa keluarga, atas nama Pelda Tek Agus P,” ujar dia.


Share this: