Menteri yang hina Presiden dari bidang ekonomi, perempuan



Menteri kabinet kerja yang hina Presiden Jokowi masih menjadi misteri. Namun, politisi PDI Perjuangan, Masinton Pasaribu, mengaku mengetahui siapa menteri yang kerap menjelek-jelekkan dan hina Presiden Jokowi.

Masinton tidak bersedia mengungkapkan secara jelas identitas menteri itu. Namun, dia memberikan klue atau petunjuk mengenai sosok menteri yang hina Jokowi tersebut.

“Perempuan. Bukan dari PDI-P, bukan dari partai-partai pendukung, latar belakangnya profesional independen, tetapi sebenarnya bukan juga. Sektor di bawah koordinasi perekonomian,” kata Masinton seperti dikutip dari Kompas.com.

Dia mengungkapkan menteri tersebut meragukan kepemimpinan dan kebijakan Jokowi. Menurut Masinton, menteri tersebut mungkin takut akan direshuffle sehingga omongannya ngelantur.

“Mungkin karena mau di-reshuffle, lalu bilang Presidennya ragu-ragu dan sebagainya. Harusnya tidak boleh bawahan lakukan kritik kepada Presiden di luar rapat. Kalau ada kebijakan yang gimana, sampaikan ke Presiden, bukan ke yang lain,” ujar Masinton yang anggota Komisi III DPR ini.

Menteri yang hina Presiden dari bidang ekonomi, perempuan

Presiden Joko Widodo

Menurut dia, Jokowi sudah mengetahui persis siapa menteri yang hina presiden tersebut. Masinton mendesak Jokowi mencopot menteri tersebut karena sudah melakukan pelanggaran serius. Sebab selama masih menjabat menteri, dia harus tunduk, taat, dan loyal kepada atasan langsung, bukan malah menghina-hina di belakang.

“Itu kan konsekuensi jabatan, tidak bisa tidak. Menteri kok hina presiden,” ujarnya.


Sebelumnya, Mendagri Tjahjo Kumolo mengungkapkan ada menteri yang sengaja hina Presiden Jokowi. Namun, Tjahjo enggan mengungkapkan identitas menteri tersebut.

Terpisah, politisi PDI Perjuangan Effendi Simbolon meminta Mendagri Tjahjo Kumolo tidak setengah-setengah dalam memberikan informasi mengenai menteri yang hina Presiden Joko Widodo. Tjahjo, kata dia, harus menyebut nama menteri tersebut ke publik dan menjelaskan alasannya mengucapkan informasi itu.

“Jangan kemudian jadi bahan provokasi, akhirnya menimbulkan saling lempar tuduhan. Tidak memberi suasana yang kondusif,” kata Effendi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (29/6).

Jika nama menteri yang hina presiden tersebut sudah dibuka oleh Mendagri, kata dia, maka Jokowi bisa mengambil langkah tegas. Nantinya, Jokowi bisa melihat apakah harus mengevaluasi menteri tersebut dari kabinet kerja.

“Kalau setengah-setengah begitu jadi multitafsir. Di saat kondisi ekonomi kurang baik begini, kurang tepat kalau memunculkan isu yang tidak tuntas,” ucap Anggota Komisi I DPR ini.

Menurut Effendi, tidak hanya mengungkap identitas, tapi juga bagaimana cara menteri tersebut menjelekkan dan hina Jokowi. Jika menjelek-jelekkan yang dimaksud adalah memberi kritik, hal tersebut adalah hal yang wajar. Namun jika memang bermaksud untuk hina presiden, maka menteri tersebut tak boleh dimaafkan.

“Kalau sudah hina presiden itu niatannya jelek, enggak pantas jadi pembantu presiden,” kata Effendi.


Share this: