Cantik dan berhijab itu adalah salah satu kriteria wanita dambaan para pria soleh dan bisa jadi calon menantu idaman mertua. Namun, jangan berani macam-macam dengan wanita cantik ini karena buka tak mungkin, Anda bakal menjadi sasaran tendangannya yang dahsyat, sakti mandraguna.
Siapa dia? Ya, dialah sosok wanita berhijab dengan seragam taekwondo lengkap dengan sabuk hitamnya. Pukulan demi pukulan, tendangan demi tendangan bisa bertubi-tubi terayun dan jatub di tubuh Anda. Sejurus kemudian, Anda dibuat klepek-klepek olehnya. Tak berdaya. Ya, aksi demikian itu sempat diperagakannya di jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta Minggu (17/05/2015) pagi bulan lalu.
Aksi heroik tersebut adalah salah satu aksi dari 30 finalis Dimas Diajeng Yogyakarta 2015 dalam acara talent show yang dilakukan di acara Jogja Kreatif #24 Education Day pagi.
Tidak heran jika diajeng yang biasanya terkenal cantik dan lembut ini mampu tampil garang ternyata salah satu finalis tersebut adalah atlet Taekwondo Nasional.
Ya, wanita cantik berhijab dengan seragam beladiri itu bernama Lia Karina Mansur. Dara cantik berusia 23 tahun ini adalah seorang pemegang sabuk hitam dan 2 yang juga peraih medali perak pada Sea Games 2011 Palembang.
Perempuan cantik yang akan menjalani wisuda Juni besok di Fakultas Ilmu Keolahragaan UNY ini juga saat ini sedang menjalani latihan intensif sebagai anggota tim taekwondo Yogyakarta untuk mengikuti Pra-Pon 2015.
“Sekarang makin padat kegiatannya sejak ikut dimas diajeng ini sampai sering ditanyain pelatih (taekwondo) untungnya kuliahnya udah selesai,” ceritanya.
Pelatnas di Jakarta pula yang membuat waktu kuliahnya molor sampai 5 tahun.
Dirinya sempat mengambil cuti kuliah untuk fokus pada pelatnas taekwondo, sebelum akhirnya memfokuskan diri pada penyelesaian studinya.
“Sekarang sedang gak ikut pelatnas, karena kemarin fokus menyelesaikan kuliah. Saat ini cuma sedang latihan Pra-Pon 2015,” cerita wanita cantik ini seperti dikutip TribunNews.com
Kemampuan taekwondo yang sempat mengantarnya mengikuti pra olimpiad di Azerbaijan tersebut ternyata sudah terlatih sejak umur 9 tahun.
Lahir dari keluarga olahragawan dimana ayahnya adalah seorang mantan atlet voli dan ibunya seorang instruktur senam membuatnya sudah akrab dengan dunia keolahragaan sejak kecil.
Sempat mencoba beberapa cabang olahraga seperti renang, atletik dan basket akhirnya Lia menemukan olahraga yang tepat pada taekwondo.
Menjadi salah satu dari 30 finalis dimas diajeng jogja juga sebelumnya tidak pernah dibayangkan olehnya, apalagi di awal pendaftaran dirinya hanya iseng karena disuruh oleh salah seorang temannya.
“Pertama gak pede lihat yang ndaftar cantik-cantik dan genteng semuanya, tapi akhirnya dijalanin saja gak nyangka bisa lolos jadi 30 finalis,” ujarnya.
Walaupun kini kesibukannya makin bertambah seiring keikutsertaan pada dua ajang besar, namun Lia tetap memikirkan pendidikannya. Dia sedang berencana melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi.
“Pinginnya nanti jadi dosen,” tuturnya.
Penasaran dengan kecantikannya? Ini dia foto-foto lengkap Lia Karina Mansur berhijab, si cantik pendekar Taekwonodo dari Yogyakarta yang dikutip dari berbagai sumber terpercaya :
Share this: