Beberapa hari ini kelompok militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dilanda kejadian-kejadian sial. Yang terbaru disebutkan, pada Selasa 7 JUli 2015 lalu 45 anggota diketahui tewas setelah berbuka puasa dengan menu makanan beracun di Mosul, Irak. Wah…kok bisa mereka menyantap makanan itu?
45 anggota ISIS diketahui meninggal dunia sehabis berbuka puasa. Kematian 45 orang anggota ISIS belum diketahui apakah disengaja diberi makanan bercun atau tidak. Tetapi dari 145 orang yang ikut makan, hanya 45 orang tersebut tewas keracunan makanan.
Tidak diketahui makanan apa saja yang mereka lahap selama berbuka puasa. Namun, dari foto yang beredar, hidangan buka puasa para anggota ISIS tergolong mewah. Kontras dengan keadaan warga Suriah yang harus selalu antre makanan dan segelas minum saat berbuka puasa.
Foto: Metro.co.uk
Dilansir dari Metro.co.uk (8/07), Kejadian seperti ini ternyata bukan untuk pertama kalinya. Kejadian serupa juga terjadi bulan November tahun lalu. Para tentara Suriah telah masuk ke dalam markas mereka dan berpura-pura menjadi koki. Lalu mereka menaruh racun ke dalam makanan pada anggota ISIS. Dilaporkan 10 orang anggota ISIS tewas setelah mengonsumsi makan siang beracun.
Meninggalnya 45 orang anggota ISIS di Mosul, Irak ini karena konflik yang tidak kunjung selesai antara ISIS dan Suriah. Haaretz, media di Irak menyatakan anggota ISIS selama ini sudah hidup mewah dan makan enak sementara banyak orang di sekitarnya yang kelaparan dan hidup tak layak.
Peristiwa meninggalnya anggota ISIS karena keracunan makanan pun hanya sepotong rangkaian pertikaian antara ISIS dan Suriah. Perebutan desa-desa, serangan udara, serta serangan militan dalam banyak bentuk tak henti-hentinya terjadi di sana. Sangat disayangkan peristiwa keracunan ini terjadi di bulan suci.
Kabar sial yang menimpa ISIS bukan hanya itu, karena seorang komandan senior kelompok radikal tersebut tewas dalam serangan pesawat tak berawak di Afghanistan timur, kata polisi dan para pejabat intelijen Afghanistan.
Komandan tersebut, Shahidullah Shahid, adalah mantan anggota Taliban Pakistan yang bergabung dengan ISIS. Mantan juara bicara Taliban ini diyakini memiliki beberapa nama samaran.
Kepala polisi di Provinsi Nangarhar membenarkan bahwa Shahid telah tewas, namun hingga Kamis (09/07) malam, tidak ada keterangan atau pernyataan dari NATO, satu-satunya pihak yang bisa melancarkan serangan pesawat tak berawak di Afghanistan.
BBC melansir, ia muncul dalam video Januari silam, yang jelas direkam di Pakistan, menyatakan dukungan dan kesetiaan kepada ISIS.
“Shahid ingin memperluas operasi ISIS di Afghanistan dan karena ia sudah meninggal, sedikit banyak ini akan berpengaruh terhadap kegiatan ISIS,” kata Hasib Sediqi, juru bicara direktorat keamanan nasional Afghanistan kepada kantor berita Reuters.
Shahid adalah komandan senior ISIS ketiga yang tewas terkena serangan pesawat tak berawak dalam beberapa waktu terakhir, yang menunjukkan pasukan internasional di Afghanistan menganggap serius kemunculan ISIS di negara tersebut.
Share this: