OSPEK? MOS? Masihkah dibutuhkan di Indonesia modern?

Sebelumnya ane himbau untuk budayakan baca hingga selesai sebelum komentar, karena salah paham biasanya terjadi karena pembaca tidak membacanya hingga habis sehingga terjadi misscom

Quote:Sebentar lagi adalah saat-saat dimana tahun ajaran baru dimulai, saat-saat dimana para senior akan mempersiapkan “pengenalannya” terhadap adik kelas yang baru akan masuk ke suatu institusi. Kalau mungkin sebagian dari agan-sista mengira bahwa thread ini ane buat karena tepat beberapa hari kedepan ane akan diospek, maka agan-sista salah, tahun ini adalah tahun giliran angkatan kamilah yang akan mengospek junior-junior baru itu.

Namun sekilas tentang budaya ospek di Indonesia yang sudah sangat salah kaprah, tulisan ini dibuat untuk menjawab pro kontra tentang OSPEK/MOS yang ramai dibicarakan di social media belakangan ini. tak jarang seorang anggota BEM Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya, bernama Ganis Mahesa Putra, mengeluarkan hak berpendapatnya di facebook dan membela sisi positif ospek secara mati-matian yang artikelnya bisa dilihat disini

Tak jarang sebagian orang yang memang berada di kasta atas, dalam hal ini adalah sang pelaku akan membela habis-habisan budaya ospek itu karena ia, ia yakin bisa membalasnya ke junior suatu saat nanti. Boleh dibilang memang, ospek ala Indonesia manfaatnya adalah 0%. Tidak semua siswa dididik untuk menjadi seorang prajurit, lagipula, didikan seorang prajuritpun tidaklah seperti ospek di Indonesia yang terkesan sebagai suatu kekonyolan belaka. Ospek adalah ajang perkenalan siswa baru dengan institusi barunya, pada masa ini seharusnya ospek tidak lebih dari suatu perkenalan. Jika memang para senior ingin mengadakan push up, lari, berjemur dan sebagainya, maka itu bukan lagi ospek melainkan latihan fisik.

Ayo para senior yang sangat cerdas dan berpengalaman, coba kalian pikirkan, apakah segala jenis push up, lari, dan berjemur itu akan membuat juniormu kenal dengan lingkungan barunya? apakah kalian merasa bahwa itu akan mempererat hubungan senior-junior? kenyataannya tidak seperti itu. Mungkin memang itu akan mempererat hubungan kalian dengan calon-calon orang seperti kalian kedepannya nanti. Namun sisanya? akan membenci kalian. Mungkin mereka tidak akan mengungkapkan kebencian mereka di depan kalian, namun, saya sendiri termasuk orang yang membenci beberapa senior saya dan ogah untuk kerjasama dengan mereka.

Ayo para senior yang sangat cerdas dan berpengalaman, coba kalian renungkan, jika memang ospek kalian begitu positif, maka mengapa kualitas pendidikan di institusi kalian kalah dengan MIT, Harvard, Oxford, IT Zurich, dan Universitas kelas dunia lainnya? Memang aksi bully tetap ada di institusi kelas dunia seperti itu, namun mereka tidak mengatasnamakan OSPEK sebagai ajang pembullyan massal. Pernah lihat film Monster University? Bagaimana ketika Mike Wazowski memasuki hari pertama di Universitas, dia disambut dengan suka cita oleh senior-seniornya.

Wahai para senior yang sangat cerdas dan berpengalaman, selama ini ane belum merasakan manfaat dari yang pernah senior ajarkan dulu, segala push up belum menjadikan badan kami atletis, malah menjadikan beberapa dari kami jatuh sakit karena tidak kuat. Segala bentakan belum menjadikan kami mampu bicara didepan umum, karena beberapa dari kami takut akan kesalahan dan takut dibentak lagi sebagaimana senior membentak kami dahulu. serta segala tugas-tugas konyol dan menumpuk yang senior berikan kami dahulu belum menjadikan kami disiplin, masih banyak diantara kami yang terlambat dan tidak mengerjakan tugas. Atau, tunggu dulu, mungkin bukan hanya kami, tapi kakak senior yang sangat cerdas dan berpengalamanpun masih sering telambat dan tidak mengerjakan tugas.

Wahai para senior yang sangat cerdas dan berpengalaman, kami bukan lemah, kami bukan tidak mampu, kami bukan bodoh, kami hanya ingin menggunakan waktu dan tenaga kami untuk hal-hal yang memang kelak akan bermanfaat untuk kami, kami butuh dikenalkan dengan lingkungan baru kami, karena kami buta akan itu. Segala hal yang selama ini kakak kenalkan tidak menjadikan kami kenal dengan lingkungan baru kami.

Untuk itu, sepertinya sindirian-sindiran berikut tidaklah berlebihan untuk menggambarkan keadaan ospek di Indonesia

Sekian curhatan isi ane, tak berharap cendol, apalagi bata, cuma berharap teman-teman yang akan mengospek ataupun yang akan diospek bisa sadar, walaupun ane tau tulisan ini ga akan membuat perubahan yang berarti tapi setidaknya ini langkah untuk memulainya