Mendengar nama red arwana, yang ada dibayangan kita tentu seekor ikan berwarna merah. Sebab, ikan habitatnya asli Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat ini sudah terkenal dengan harga mahalnya serta menjadi buruan para kolektor pencinta ikan hias.
Namun seiring dengan boomingnya batu akik, red arwana pun menjelma sebagai nama batu akik. Batu jenis ini menjadi buruan pencinta batu, tidak hanya di Bumi Uncak Kapuas-julukan Kabupaten Kapuas Hulu, tetapi juga di seluruh Kalbar, bahkan Indonesia.
Bisa dikatakan untuk dijadikan mata cincin, batu red arwana terbilang baru. Apalagi bila dibandingkan batu kecubung, bacan, giok atau jenis lainnya yang duluan terkenal. Tetapi karena merupakan jenis baru itulah, batu red arwana kini menjadi buruan. Apalagi, batu red arwana ternyata memiliki pesona tersendiri bila dibuat sebagai mata cincin.Quote:
Jangan membayangkan red arwana merupakan bongkahan batu besar seperti batu pada umumnya. Sebab, red arwana hanya sebuah krikil seperti batu kali pada umumnya. Ada yang berukuran sebesar kelereng hingga seberat sekitar setengah kilo. Namun untuk ukuran besar sangat jarang ditemukan. Begitu pula bentuknya, ada yang bulat, lonjong, bahkan pipih.
Jangan pula dikira batu red arwana mendapatkannya di atas atau dalam tanah. Pasalnya untuk menemukan batu jenis ini harus diselam dengan kedalaman air sekitar lima meter. Kecuali saat musim kemarau, batunya agak mudah diraih. Atas dasar itulah, Komunitas Pencinta Batu Kapuas Hulu akhirnya memberi nama jenis batu ini red arwana. Sebab hanya ada di dalam air. Selain itu, keelokan batu ini pun disamakan dengan ikan arwana yang sudah ternama. Apalagi batu jenis ini masih diyakini hanya ditemukan di daerah perhuluan Sungai Kapuas di Kapuas Hulu.Batu tersebut pun dikategorikan beberapa jenis. Bila dominan warna merah disebut red arwana. Namun bila dominan warna kuning disebut egg arwana atau telur arwana. Ada pula red arwana super. Itu bila batu cincin yang dihasilkan berwarna merah pekat atau nyaris hitam. Tetapi, bila disenter warna merahnya menyala.
Quote:
Seiring peminat terhadap red arwana semakin banyak, perburuan terhadap jenis batu ini pun kian ramai. Hanya saja, untuk mendapatkan batu ini tidak mudah dan penuh perjuangan. Bahkan saat ini masih diyakini, batu red arwana hanya ada di Kapuas Hulu. Tepatnya di daerah perhuluan Sungai Kapuas. Itu pun hanya bisa ditemukan di satu lokasi saja.
Quote:
Salah seorang pencari batu red arwana, Zaini yang merupakan warga Desa Suka Maju, Kecamatan Putussibau Selatan. Menurutnya, untuk mendapatkan jenis batu ini tidak mudah. Nyawa pun sebagai taruhannya. Saat ini, batu red arwana hanya ditemukan di sungai yang masyarakat setempat menyebutnya Kapuas Goa. Sungai ini merupakan anak Sungai Kapuas yang berada antara Desa Balang dengan Desa Koreho.
Quote:
Namun Sungai Kapuas Goa tidak bisa diarungi, baik menggunakan speedboat, longboat, sampan atau sejenisnya. “Sungai itu tidak bisa kita lalui, karena dipenuhi bebatuan, arung jeram dan arusnya pun sangat deras,” beber Zaini, Sabtu (25/4).
Menurut pria berusia 34 tahun ini, untuk menuju lokasi pencarian batu red arwana pun tidak mudah. Dari desanya, Zaini harus menyusuri Sungai Kapuas dengan menggunakan longboat sekitar setengah hari. Setelah sampai di daerah Batu Tibang, kendaraan airnya ditambat. Perjalanan selanjutnya ditempuh dengan berjalan kaki selama satu hari setengah. Perjalanan yang harus dilalui pun berupa hutan dan naik turun bukit.
Quote:
Ketika sampai di lokasi Sungai Kapuas Goa pun tidak serta merta dapat menemukan batu red arwana. Batu jenis ini hanya bisa ditemukan di relung sungai air turun di bebatuan cadas besar. Sehingga dapat dibayangkan kuatnya arus di lokasi tersebut.
Setelah perburuan selesai, mereka harus memikul batu-batu tersebut dalam karung dengan menempuh perjalan pulang yang amat jauh dan melelahkan. “Ke dalaman air sekitar lima meter,” ujar bapak dua anak ini.
Quote:
Diceritakan Zaini, seiring batu akik menjadi tren, ada seseorang yang membuat mata cincin dengan batu jenis batu red arwana. Ternyata mata cincin yang dihasilkan dari batu tersebut memiliki pesona tersendiri. Akhirnya masyarakat di Desa Suka Maju teringat bahwa batu jenis itu pernah ditemukan di Sungai Kapuas Goa. Di mana waktu itu, masih banyak musim sarang burung walet.
Awalnya batu red arwana tidak memiliki harga yang begitu tinggi. Lambat laun, karena peminatnya semakin ramai, batu red arwana pun semakin berharga. Untuk di Putussibau saja, paling murah per kilonya dijual Rp500 ribu. Itu pun harus pesan dahulu, karena jenis batu ini tidak selalu tersedia. Kecuali ada orang yang mau turun ke Sungai Kapuas Goa untuk mengambilnya.