Quote:Quote:Mukadimah
Diruangan itu berkumpul 4 orang pria dengan aktivitas mainstream yang tidak lain adalah ngobrol, terdiri dari Prof. A, Prof. B, Seorang Mentor sekaligus Dosen saya, Doktor C dan saya, seonggok mahasiswa yang belum menyelesaikan karya tulis ilmiah. Ditemani secangkir kopi dan secercah makanan ringan (ditambah rasa bersalah akibat tidak berpuasa tentunya ) kami ngobrol mengenai topik yang masih hangat, yaitu pelegalan pernikahan sesama jenis di Negara Paman Sam sana dari berbagai aspek disamping bahwa Negara dimana saya berada (kemarin) pernikahan sesama jenis sudah dilegalkan sejak tahun 2013.
oke daripada banyak casciscus dan buka aib saya
hasil dari obrolan kami, saya rangkum dan ulas kembali untuk agan sekalian.
Quote:Quote:Penikahan Sesama Jenis (akan saya sebut “PSJ”) adalah kontrasepsi dengan keberhasilan 100%
inilah yg dikemukakan oleh Rekan saya, Prof B. Sedikit bingung?
“Kontrasepsi merupakan suatu cara atau metode yang bertujuan untuk mencegah pembuahan sehingga tidak terjadi kehamilan” – Manuaba
secara epistemologi, Kontrasepsi berasal dari kata ‘kontra’ yang berarti mencegah/menghalangi dan ‘konsepsi’ yang berarti pembuahan atau pertemuan antara sel telur dengan sperma. Jadi kontrasepsi dapat diartikan sebagai suatu cara untuk mencegah terjadinya kehamilan sebagai akibat pertemuan antara sel telur dengan sperma.
jadi PJS merupakan cara kontrasepsi yg memiliki keberhasilan 100% mengingat pasangan gay tidak memiliki ovum untuk dibuahi dan pasangan lesbian tidak memiliki sperma untuk membuahi
kecuali jika sperma bisa membuahi bila bertemu dengan feses
next
Quote:Quote:PJS dilegalkan karena alat negara
Alat negara? Oke kita lanjut. Prof. B menambahkan PJS merupakan bagian dari Desperate Policy suatu negara. makanya gak aneh kalau dibuat semeriah mungkin atau se-etis mungkin (seperti bawa2 HAM atau Lovewins) padahal ini merupakan Underground Policy (UP). membahas PJS gak akan jauh beda dengan membahas pelegalan Video Syur di Jepang karena sama2 “UP”. namun perbedaan nya terletak, jika di Jepang melegalkan video syur untuk men-”stimulus” masyarakatnya untuk melakukan seks agar bisa bereproduksi (yg sering / pernah nonton JAV pasti tau ending nya kebanyakan “creampie”
) maka di negara yg melegalkan PJS justru sebaliknya. ini untuk mencegah terjadinya peningkatan jumlah penduduk yg signifikan. Kalau dilihat dari karakteristik, hanya 5 dari 23 negara yg melegalkan PJS merupakan negara berwilayah besar. sisanya negara kecil dan tentu musuhnya adalah jumlah penduduk yg banyak apalagi sampai baby-boom
next
Quote:Quote:Mereka penyandang disabilitas
Penyandang disabilitas?
Prof. A mengemukakan bahwa LGBT sebagian merupakan penyandang disabilitas jika dilihat dari anomali dalam kromosom yg dimilikinya
misalnya begini, secara mainstream, banyak para queer (gay atau crossdresser) mengakui bahwa kemungkinan mereka memiliki kelainan genetik dimana mereka memiliki kromosom X yg apa ya nyebutnya? dominan mungkin sehingga mereka gay
bagaimana bisa disebut penyandang disablitas? ada dua kemungkinan
kromosom yg disfungsional jika dilihat dari fisik, atau fisik yg disfungsional jika dilihat dari kromosom
kalau mereka peyandang disabilitas, berarti gak boleh dilecehkan? tergantung persepsi manusia. Doktor C. mengungkapkan disabilitas sebenarnya dibagi menjadi 2 kategori besar jika dilihat dari berfungsi dengan atau tidak nya otak dengan baik
disabilitas dengan fungsi otak yg baik, contoh manusia dengan cacat tangan akan menggunakan kaki untuk makan, atau rekan kerja teman saya yg memanggul karung beras hanya dengan satu tangan. mereka kerap menggunakan otak dengan maksimal agar bisa mencari jalan keluar supaya bisa hidup selayaknya manusia normal
disabilitas dengan fungsi otak yg kurang baik, contohnya Down Syndrome. saya rasa tidak perlu saya jelaskan panjang lebar
kaum LGBT jelas tidak masuk kategori keduanya. saya pribadi jika melihat orang (maaf) cacat mengemis, tentu saya berempati, tapi belum tentu saya bersimpati. apalagi dengan (maaf) kecacatan ringan (contoh: kehilangan satu jari) namun sudah mengemis. sorry ya gan, bukan saya antipati
sebenarnya banyak, tapi kepanjangan. mungkin akan sambung nanti.
Quote:Quote:Lalu apakah LGBT dan PJS cocok di Indonesia? ada beberapa alasan mengapa PJS tidak cocok di Indonesia
- secara mayoritas Agama di Indonesia menolak Gender ke-3. ada salah satu agama yg sebenarnya gak permasalahin ( saya lupa apa namanya, kalau agan tau coba bisikin ) tapi tentu jika di sensus, LGBT di Indonesia hanya sebagian sangat kecil berasal dari agama tersebut
- Pernikahan di Indonesia masih sangat sakral
- Sifat Masyarakat yg Trending Followers. kalau di test medis yah mungkin hanya 20-30% itu bener2 disabilitas pada kromosomnya
- belum ada saingan emon dalam kasus pencabulan atau ryan jomb~
- basic masih berkutat di orientasi seksual alias nafsu. Homo-phedophilia salah satunya
bentar saya rapihin, lupa sahur